Saham GoTo Anjlok Hingga Rp37 Usai Aturan Harga Minimum Dihapus - Saham GoTo yang merupakan raksasa teknologi tanah air kini menyentuh rekor terendah sepanjang sejarah. Tekanan jual tebal terus menghimpit pergerakan harga saham perusahaan gabungan Gojek dan Tokopedia ini. Penurunan tajam tersebut terjadi tepat setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus aturan harga minimum perdagangan di Rp50.
Saham GoTo anjlok 13,95% ke level Rp37 pada perdagangan Selasa pagi dan langsung menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB). Antrean jual tercatat mencapai 840 juta lot atau setara Rp3,1 triliun di harga Rp37, sementara transaksi di pasar reguler masih sangat sepi. Penurunan ini melanjutkan kemerosotan 14% pada hari Senin, yaitu hari pertama berlakunya aturan baru BEI yang mengizinkan saham turun hingga Rp1.
Secara keseluruhan, harga saham GoTo telah merosot hampir 90% jika dibandingkan dengan harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp338 pada April 2022. Tekanan makin berat setelah MSCI mengeluarkan GOTO dari indeks global akibat likuiditas rendah saat sahamnya tertahan lama di batas Rp50.
Penyebab dan Analisis Teknikal Penurunan Saham GoTo
Analis menilai penurunan tajam ini lebih didorong oleh faktor teknikal akibat perubahan aturan bursa, bukan karena penurunan kinerja mendasar dari bisnis GoTo. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menjelaskan bahwa pola teknikal saham GOTO menunjukkan area support atau penahanan harga berada di rentang Rp36 hingga Rp27.
Di sisi lain, Analis MNC Sekuritas, Christian, menyebutkan bahwa penghapusan batas bawah Rp50 memang memicu volatilitas tinggi pada tahap awal. Namun, langkah ini sekaligus membuka sumbatan transaksi yang selama ini menyulitkan dana pasif untuk menyesuaikan portofolio mereka setelah GOTO keluar dari indeks global.
Kinerja Keuangan GoTo Masih Positif
Pertanyaan terbesar bagi investor saat ini adalah kemampuan GoTo menjaga pertumbuhan bisnis setelah tekanan jual teknikal ini mereda. Kinerja keuangan perusahaan sebenarnya menunjukkan pemulihan yang cukup solid pada semester pertama tahun ini.
GoTo mencatatkan laba bersih sebesar Rp607,5 miliar pada semester I-2026 berdasarkan laporan resmi perusahaan. Pencapaian ini membuktikan bahwa operasional inti GoTo tetap berjalan baik di tengah gejolak harga saham di pasar modal.
Kesimpulan
Penurunan harga saham GoTo hingga hampir 90% dari harga IPO terutama dipicu oleh penyesuaian aturan batas bawah perdagangan BEI serta tekanan teknikal pasar. Meski harga sahamnya terus tertekan, fundamental keuangan GoTo menunjukkan tren positif dengan raihan laba bersih pada semester pertama 2026. Pantau terus perkembangan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi di pasar saham.
